Kata Bos Garuda Soal Keputusan Umrah Ditunda hingga Awal 2022

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra mengatakan hingga saat ini perusahaan masih memutuskan untuk tidak melayani penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi. Pasalnya, penerbangan ke sana erat kaitannya dengan perjalanan umrah yang sampai saat ini belum dilaksanakan kembali oleh pemerintah Indonesia.

“Saat ini karena umrah belum dibuka, persyaratan masih cukup berat, kami putuskan untuk tidak terbang dulu,” ujar Irfan dalam konferensi pers, Senin, 20 Desember 2021.

Mulanya, kata Irfan, rute penerbangan ke Tanah Suci akan mulai dibuka pada 23 Desember 2021. Namun, sesuai dengan diskusi dengan Kementerian Agama, perjalanan itu disarankan ditunda lantaran adanya persyaratan karantina yang cukup lama bagi pelaku perjalanan.

“Sesuai diskusi dengan Kementerian Agama, sebaiknya kita tunda, karena mereka yang akan pergi harus melakukan karantina 10 hari,” tutur Irfan.

Di sisi lain, Irfan mengatakan perseroan sudah terus mempersiapkan maskapai untuk kembali menerbangi rute ke Arab Saudi. Dengan demikian, begitu umrah dibuka dan pelaku perjalanan atau jemaah bisa memenuhi persyaratan, penerbangan sudah diap bepergian.

“Kamu sudah siapkan akhir tahun ini, tapi karena kasus yang terjadi dan peningkatan hari karantina, sementara kita tunda sesuai saran dari Kementerian Agama,” tutur dia.

12 Selanjutnya

Sebelumnya, Kementerian Agama memutuskan menunda pemberangkatan jemaah umrah Indonesia sampai 2022. Keputusan ini diambil menyusul keluarnya imbauan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri di tengah risiko penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kami tentu mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron. Untuk itu, keberangkatan jemaah umrah kembali ditunda hingga awal 2022. Kami berharap kondisi segera membaik,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief melalui siaran pers, Sabtu, 18 Desember 2021.

Hilman mengatakan keputusan ini telah memperoleh dukungan dari asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), meski terdapat beberapa penyelenggara yang kecewa karena pemberangkatan jemaah umrah telah lama tertunda.

Namun, Hilman memastikan semua pemangku kepentingan memahami kondisi pandemi yang belum usai, bahkan muncul varian baru Covid-19, Omicron.

“Ada harapan agar tetap ada pemberangkatan, meski jumlahnya diperkecil. Namun secara umum asosiasi PPIU memahami dan menaati imbauan untuk tidak ke luar negeri,” katanya.

Sebagai regulator dan pengawas penyelenggaraan ibadah umrah, lanjut Hilman, Kemenag terus berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait untuk terus mengupayakan terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman. Dia mengatakan penyelenggaraan umrah pada masa pandemi menjadi barometer penyelenggaraan ibadah haji 1443 hijriah atau 2022.

CAESAR AKBAR | BISNIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.